Author: @IstriJOKWANGMIN
Genre: Romance, Friendship, Comedy.
Rating: --
Cast:
• Ri Ye Min
• Jo Kwangmin
• Kim Ha Ni
• Jo Youngmin
• Ahn Ni Hyo
• Arisa Komatsuzaki
• No Min Woo
• Unyuk, Umin, Ecung
------------------------------------------
ye min pov*
Kulihat dia selalu bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah. Dan dia akan memakai payung berwarna hitam ketika hujan tiba. Kalau tidak salah namanya Jo Kwangmin. Dia namja yg tampan, TIDAK! Sangat tampan. Banyak yeoja yg menginginkannya. Salah satunya 'aku'. Aku memendam perasaan ini sudah sangat lama, kira-kira... 5 tahun lamanya.
#flashback
~~ Kelas 1 SMP~~
"ye min, boleh pinjam itu?"
"pinjem apa?"
"itu..."
"hah? 'itu' apa?
"itu...yg ditangan kamu..."
"ooh, catatan? Kamu besok ujian?"
"hu'uh, ujian harian sih. Boleh yaa..."
"ne, boleh. Tapi jangan lama-lama ya karna aku juga memerlukannya"
"anio! Besok, aku akan langsung mengembalikannya koq! Kau tenang saja.."
"ya sudah. Nih ^^"
"gomawo ne"
"gwaenchana~ "
"ye min...."
"ne...?"
"............................"
"kwangmin...??"
"ye min...kau itu baik...juga....manis..dan aku suka itu..."
"hah? Aku gak ngerti maksud kamu"
"akupun juga gak ngerti, hahahaha" (sambil garuk-garuk belakang kepala)
"oaaalahh... Kamu nya aja gak ngerti gimana aku nya. Hedeuh..."
"mianhae ye min, tapi tadi itu aku serius lo..."
#flashback end
Dan akhirnya aku mengerti perkataan kwangmin itu. Sungguh aku sangat senang. Tapi sayang, dia terlalu cuek dan sepertinya tak terlalu berminat dalam hal 'berpacaran'. Padahal, aku sungguh sangat menyukainya.....heuh.........
"Heh! Ngapain kamu mandangin Kwangmin!?"
Sontak lamunanku terhenti. Sial, lagi-lagi aku dibully oleh Ahn Ni Hyo dan teman-temannya. Aku memang sedang memerhatikan Kwangmin yg lagi mengeluarkan sepedanya dari parkiran. Tapi...
"Hey ri ye min! Aku didepan mu! Aku lagi ngomong sama kamu! Kau malah mengalihkan matamu dari ku dan kembali menatap kwangmin!"
Aku diam. Aku diam. Dan untuk ketiga kalinya Aku diam. Mataku hanya fokus pada Kwangmin. Bukan pada cewek Gaib ini...
"Ye min! Apa kau tuli hah!? Dari tadi kau diam saja. Atau jangan jangan... Kau itu bisu!? Hahahahahahaha kasian amat ... Hahaha"
Tak apalah Ni Hyo mengejekku begitu, toh telingaku sudah kebal dengan semua ejekannya. Tapi bukan berarti aku itu tuli maupun bisu. Aku hanya takut melawan mereka. Sial...
"Ye min, apa kau benar-benar bisu?"
author pov*
"yemin, apa kau benar-benar bisu?" salah satu dari temannya ni hyo bertanya. 'tentu saja tidak! Aku dapat berbicara! Apa kalian itu tidak tau yg namanya sopan santun. Akh! Untuk yg ke-empat kalinya aku berkata SIAL' yemin bicara dalam hati
ni hyo melirik ye min dengan tatapan sinis. "kau kenapa diam?"
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
6 detik
7 detik
ni hyo kembali bertanya "kenapa kau diam saja?"
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
6 detik
7 detik
"ukh....!!" Karna kesal, Ni Hyo mendorong Ye Min ke dinding parkiran sampai tubuh Ye Min terhentak. "kkhh"
"Ya! Kau hanya dapat beraksi 'kkhh'? Hahahaha, aku dapat melakukan yg lebih dari ini tau!"
Maka, Ni Hyo pun menggoncang-goncangkan(?) tubuh Ye Min dan mendorong nya berkali-kali. Mata Ye Min mulai berkaca-kaca karna ketakutan dan sakit yg dideritanya. Tiba-tiba Ni Hyo tanpa sepengetahuan Ye Min Menjambak rambut Ye Min dan ingin menampar Ye Min. Karna takut, Ye Min hanya bisa menutup matanya dalam-dalam(?). Tapi........ Tidak ada rasa sakit sedikitpun dipipi kiri nya. Perlahan-lahan, Ye Min membuka matanya dan ternyata, sudah ada Ha Ni yg memegang erat tangan kanan Ni Hyo dengan maksud menghentikan tindakannya.
Ni hyo menggerutu. "Kim Ha Ni.........."
"Ahn Ni Hyo, hentikan! Apa kau tidak bosan terus-terusan menyiksa Ye Min seperti ini huh?"
"apa? Bosan? Hahahahahahaha" Ni Hyo tertawa sedikit lantang "selama dia masih dekat-dekat dengan Kwangmin, aku takkan pernah bosan untuk mem-bully Nya!!"
CROT!
Ye min pov*
aissh...lagi-lagi tsunami. Tsunami dari mulutnya besarnya Ni Hyo. Aaakh sial! Wajahku basah!
"Ni Hyo, lebih baik kita pergi saja. Aku takut sama Ha Ni. Kita sudah kena tonjokannya 66 kali dan aku tak mau untuk yg ke 67 kali, tonjokannya mendarat di wajahku" kata salah satu teman Ni Hyo berbisik.
Lalu, Ni Hyo dan gerombolan nya pergi tanpa sepatah kata pun.
"dasar Ni Hyo, berani nya keroyokan. Eh, Ye Min, kau tidak apa-apa? Apa kita perlu ke rumah sakit untuk memeriksanya? Aku takut penyakitmu kambuh gara-gara kelakuan Ni Hyo"
Aku menggeleng.
Sebuah senyuman terlihat jelas di bibir Ha Ni yg tebal itu.
"ya udah. Kau sudah ambil catatanmu?"
Aku menggeleng, lagi
"haaaaah~ sudah kuduga. Sini, kutemani kau kembali ke kelas"
Aku menggeleng. Hah? Tidak! Aku tidak menggeleng. Aku mengangguk. Me-ngang-guk. Oppa mideudo dweji OK?
Kalau aku boleh jujur, Kim Ha Ni adalah sahabatku. Dia baik TIDAK! Dia SANGAT BAIK! Aku menyayanginya bagai aku menyayangi Kwangmin. Aku bersyukur, Tuhan mempertemukan aku teman seorang Kim Ha Ni. *author ikut senang. Alhamdulillah yah*
Author pov*
"oke, kau tunggu sini ya.." Ha Ni menyadarkan lamunan Ye Min
Sontak Ye Min kaget. "ja-jangan pergi........" kata Ye Min menarik lengan baju Ha Ni.
"bentar ajaaa~ aku cuma mau nyari Youngmin kok! Kutinggal yaa~"
Perlahan-lahan langkah kaki Ha Ni menjauh dari Ye Min
Dengan sisa kekuatan yg ada(?) Ye Min membuka lockernya yg terkunci. Catatan nya ada didalam locker itu. Catatan yg pernah dipegang oleh kwangmin saat mereka kelas 1 SMP (baca #flashback tadi kan?).
Ye Min bukannya takut kalo-kalo(?) Ni Hyo datang lagi untuk membully dia, tapi dia takut karna sekolahNYA! INI JAM 08.00pm!! Sekolah pasti mengerikan kalau diliat dalam keadaan gelap. (author aja ngeri liat sekolah sendiri kalo malem-malem)
Celingak Celinguk Grmbl Grmbl.Celingak Celinguk Grmbl Grmbl.
Ye Min sibuk mencari catatan didalam lockernya yg penuh dengan kertas-kertas bertulisan 'Saranghae Kwangmin'
Tiba-tiba, ada suara berat mengagetkan Ye Min.
"Ri Ye Min? Sedang apa kau disini?"
Sontak Ye Min menutup lockernya karna ternyata Kwangmin yg menyapanya.
"aku tanya kau sedang apa? Aku tidak menyuruhmu untuk menutup lockermu itu koq~"
"ca..ca-ta..catatan.."
"OMO!? Catatan?"
Ye Min mengangguk. Dia punya firasat bagus dengan percakapan ini...~
Namun warna merah merona muncul di kedua pipinya yg Aegyo itu (inget ya! Yg paling super Aegyo hanya Sungmin semata wayang! Gak ada yg lain!) *digelitikin Sungmin*
"ng? Kau demam Ye Min? Kenapa mukamu begitu merah?"
Kwangmin mendekatkan wajahnya ke muka Ye Min. Ye Min pun tak sanggup lagi menahan suara degupan jantungnya. Semuanya lepas kendali~
"Ye Min, sepertinya kau demam. Mau ku antar pulang?"
Kwangmin yg sepertinya 'agak' khawatir, memegang kening Ye Min. Dengan cepat Ye Min memalingkan mukanya~
"aku, aku tidak sakit koq Kwangmin.."
'OMO! AKU MENGATAKAN NAMANYA! DIMANA KU MENDAPATKAN KEBERANIAN INI!? SUNGGUH HAL YG SANGAT BERAT! SEMOGA SAJA KWANGMIN TIDAK MENDENGARNYA. DUUUHH~' Ye Min berkata didalam benaknya
"ooh~ ku kira kau kenapa..."
"uhmm........"
"hey, Ye Min....."
"umm....?"
"kau tidak bertanya kenapa aku ada disini?"
"eh? Mi-mian. Kenapa kau ada disini?"
"heheee.... Ginii.... Hei!!"
Kwangmin melirik catatan yg dipegang Ye Min (author: akh, tadi mau ditanya, malah ganti topik lagi. Dasar kwangmin *dijitak kwangmin*)
"kau...... catatan itu........ akh! Bolehkah aku meminjam catatan itu? Jebal.... Besok, aku ada ujiann.. Boleh yaa..." Ujar Kwangmin sambil menunjukkan wajah aegyo nya.
Ye Min pun menggangguk.
Tiba-tiba Kwangmin kembali berkata pada Ye Min
"Ye Min...kau itu baik...juga....manis..dan aku suka itu..."
AAAAAAAAAAAAAKKHH SIAAAAAAAALL......!!!!!!!!!!! KWANGMIIIINNN..!!!!!!!!!! KENAPA KAU KATAKAN ITUUUU!!!!!! AKU JADI SEMAKIN MENYUKAIMU TAU!!!!!!!!
Ye Min menjerit didalam benaknya. Jeritannya sangat kencang sampai Kwangmin mendengarnya "lho? Koq ada suara orang teriak ya? Apa itu kecoa?"
Karna tau Kwangmin menyadarinya, Ye Min segera pamit pada Kwangmin
"a-aku pamit dulu ya! Daahh!!"
"hei! Tunggu dulu!"
Kwangmin menarik lengan kiri Ye Min bagai sinetron-sinetron Indonesia(?)
"kau pulang sendirian? Ini kan gelap? Bagaimana kalau pulang bersamaku?"
"ti-tidak usah, lagipula dijalan nanti aku akan bertemu Ha Ni. Jadi tidak perlu repot-repot"
"aku gak akan kerepotan koq! Ayo kita pulang sama-sama!"
"kwangmin, gak usah...."
Tiba-tiba tangan kwangmin yg sedari tadi memegang pergelangan kiri Ye Min, memegang nya sangat erat. Dan wajah Kwangmin yg tadinya aegyo berubah menjadi mellow...
Dan Kwangmin mengatakan kata-kata yg sangat lembut dan menyentuh hati...
Ye min pov*
"tapi...........aku khawatir padamu......."
Aku diam dgn kata-kata Kwangmin yg sejenak membuat seluruh tubuhku lemas. Aku tau, tak baik anak perempuan semasa SMU berjalan sendirian, akan sangat berbahaya pastinya. Tapi, mau bagaimana lagi, rasa suka ini menutupi segalanya. Dan bahkan tak pernah terfikirkan olehku kalau Kwangmin akan berkata begitu lembut.
Aku takut, aku akan hanya diam ketika Kwangmin mengajakku bicara. Semuanya tertutupi oleh rasa malu. Aku sungguh sangat menyukainya. Ketika dia berkata begitu, aku rasa..hati kecilku berkata 'mungkin dia memang mengkhawatirkan mu. Sebaiknya kau bersamanya'
Aku turuti perintah si kecil itu. Namun, ada hal lain yg lebih membuatku lemas karnanya....
"aku khawatir padamu karna aku sayang padamu......."
ASTAGA!!!
INI MIMPI?
INI KHAYALAN?
INI KENYATAAN?
INI SUNGGUHAN?
TUHAN, KU MOHON BUAT DIA MENGULANGI KATA-KATA INDAH ITU..
"kau tak percaya padaku?"
Aku hanya dapat membisu, dan menggelengkan kepalaku. Aku tau dia pasti mengerti maksudku
"bagaimana? Apa kau mau pulang bersamaku?"
Entah kenapa, dengan refleks kepalaku mengangguk. Aku tidak tau apa yg terjadi, tapi yg pasti ini adalah malam yg paling excited untukku.....
Tapi, wajah Ha Ni muncul difikiran ku (ganggu... -_- )
"Ha Ni... Gimana Ha Ni nanti? Dia sedang mencari Youngmin..."
"mungkin dia udah dijalan sana bareng Youngmin. Eh, buruan yuk! Udah mulai dingin nih... Nanti kemaleman lagi..."
Aku pun tersenyum...
"anu.... Ini... Bisakah kau melepaskannya? "
Aku mengarahkah jari telunjukku kearah tangan Kwangmin yg dari tadi tangannya tak lepas dari lengan kiriku
"oh, biarin aja gini sampai keluar yah.."
"umm...oke"
Aku pun menyusuri koridor sekolah dengan tanganku yg masih dipegang erat oleh Kwangmin. Catatanku yg tadi ada padaku kini sudah berpindah ke Kwangmin. Sepertinya Kwangmin senang sekali kupinjami catatan ini *shy*
~luar sekolah~
"ayo naik..."
"hah? Goncengan?"
"ne.. :)"
"araseo..."
"pegang erat-erat yaa, karna aku make sepeda bukan mobil"
"ne, Kwangmin bisa nyetir mobil?"
"bisa...."
"uhmm..." Aku mengangguk. Aku kaget ketika tau Kwangmin bisa nyetir mobil. Pengen ih, ngeliat Kwangmin nyetir mobil. Heheheheh *sambil ngayal*
Kami pun menyusuri jalanan. Meski tampak sunyi, bagiku ini hal yg sangat menyenangkan. Jarang-jarang aku bisa begini.
Kadang tanganku digiring tangan Kwangmin untuk memeluknya lebih erat. HELLOW! *alay* degupan jantungku kembali berdetak melebihi biasanya.
Author pov*
Tiba-tiba Kwangmin menghentikan sepedanya
"hei Ye Min, kita ke toko sebentar ya. Aku mau membeli sesuatu"
"oh, oke...."
Ketika menunggu, mata Ye Min terbelalak melihat Ha Ni dan Youngmin sedang berduaan. Entah apa yg mereka berdua mainkan, tapi keliatannya si Youngmin sangat senang sekali.
"Ha Ni!?"
Ha Ni pun menoleh
"ya! Itu Ye Min! Woi, Youngmin! Itu Ye Min!"
"mwo? Ye Min! Kami sudah lama menunggumu! Darimana saja kau?"
"tadi aku masih disekolah, kebetulan aku bertemu Kwangmin"
Youngmin & Ha Ni tiba-tiba nyengir sendiri sambil bertatapan. Entah apa yg mereka rencanakan.
Youngmin pun berbisik
"hei Ha Ni, apa kau mau bertaruh?"
"bertaruh? Bertaruh apa?"
"aku bertaruh, tadi itu Kwangmin telah melakukannya pada Ye Min..."
"aisshh...kau ada-ada saja! Sejak kapan pikiranmu jadi yadong! Yg ku tau, hanya ka unyuk lah yg bisa begitu"
"kenapa kau malah bawa-bawa ka unyuk. Dia mah RAJA nya...."
"kau sendiri!?"
"ya! Aku kan cuma bertaruh. Lagipula, mana mungkin si Kwangmin berani begituan...!!"
"terus? Tadi? Kenapa kamu-..."
Belum selesai Ha Ni ngomong, tangan Youngmin menutup bibir Ha Ni
"ssssshhhhhttttt.......!!!!!! Kalo ngomong gak usah kenceng-kenceng! Bukan bisik-bisikan kalo gitu namanya!"
"mian..mianhae..."
Dari pintu toko, keluar Kwangmin membawa sekantong plastik berisi chocolate.
'Apa yg difikirkan Kwangmin? Malam-malam begini mau makan chocolate? Atau dia doyan makan chocolate malem-malem?'
'Aissh... Apa yg kufikirkan? Terserah Kwangmin mau beli chocolate atau apa... Itu kan kemauan dia...'
Itu lah yg ada difikiran Ye Min
"Ye Min, ayo!"
"hah? Mau kemana lagi?"
"ayo ikut aja!!"
Ha Ni dan Youngmin yg sedari tadi tak menyadari kepergian(?) Kwangmin dan Ye Min.
"lho? Mana mereka tadi?"
"aaaaahh!! Gara-gara kau sih Youngmin! Keasyikan sama PSP, jadinya si Kwang-Ye pergi!"
"mwo! Salahku? Hellow... Introspeksi diri dooongg.... Kenapa juga kamu ikut-ikutan main PSP hah?"
"cih! Trus gimana?"
"me-ne-ke-te-he"
Kwangmin pov*
Aku menyusuri jalanan dengan sepeda kesayanganku bersama yeoja yg kusayangi
Dia memang belum tau, kalau aku punya perasaan terhadapnya.
Aku pun berfikir untuk membawanya ke suatu tempat yg mungkin jarang untuk dijamahi orang-orang.
"Ye Min...."
"ne?"
"gomawo..."
"gomawo? Untuk apa?"
"catatan..."
"uhmm... Ne Cheonmaneyo..."
"Ye Min"
"ne?"
"aku mau mengajak mu ke suatu tempat"
"kemana?"
"tempat yg mungkin belum pernah kau lihat sebelum nya"
"mwo ya? Kalau begitu, ayo! Ppali!!"
Tuh kan, dia jadi bersemangat. Aku sangat suka senyuman dari pipi merah nan aegyo nya itu.
***
"nah...kita sampai..."
"mwo? Ini kan hutan semak belukar..."
"ne, benar. Aku sering kemari bersama Youngmin. Tempat ini hanya kami yg tau..."
"kalau hutan semak belukar seperti ini aku juga tau, setiap pulang sekolah aku selalu melewati hutan ini..."
"bukan hutannya Ye Min, tapi apa yg ada dibalik hutan ini..."
Kulirik Ye Min, mataku tak bisa lepas dari wajahnya. Wajahnya yg penuh rasa penasaran semakin membuatku menyukainya.
Kami pun menyusuri hutan semak belukar. Kutinggal sepedaku dipinggir jalan. Aku menuntun Ye Min menuju tempat yg kami tuju, dan sampailah....
Sebuah kolam ikan. Jernih sekali. Kami sampai dan tau-tau sudah ada disebuah jembatan kecil.
Kutuntun Ye Min menuju ujung bibir jembatan. Lalu dia duduk dan kakinya berada diantara air jernih itu. Aku tersenyum melihat mata Ye Min yg kesana kemari melihat suasana kolam.Tidak perduli jembatan itu licin terkena cipratan air atau apa.
"Ye Min, bagaimana? Kau suka?"
"tentu saja! Ini sangat indah! Lihat ikan-ikan kecil itu!! Aaahh~ hebat sekali kau dapat menemukan tempat ini...."
"hahaha, ini hadiah karna kau telah terlalu baik padaku ^^"
"aah~ kau bisa saja Kwangmin-ssi....."
'Kwangmin-ssi'? Apa aku tak salah dengar? Aigoo~ insting ku benar-benar hebat membawa Ye Min kesini. Tidak sia-sia aku menyukainya. Jo Kwangmin!! Jangan menyerah!!
Author pov*
Saat Kwangmin & Ye Min berbincang-bencong(?haha), bulan purnama muncul diantara awan malam yg mulai hilang dan dalam beberapa saat, bulan purnama itu memantulkan cahayanya dipermukaan air kolam.
Angin-angin pun mulai berhembus dengan lembutnya diantara daun pohon yg memecah keheningan malam
Tak ketinggalan kunang-kunang yg mengitari sekitar kolam.
Malam itu menjadi malam yg benar-benar indah yg tak mungkin untuk dilewatkan.
"gomawo Kwangmin...." ujar Ye Min mendadak
"mwo? Untuk apa?"
"untuk ini semua..."
"jinjja? Tak perlu begitu..."
"kalau begitu, araseo.... ^^"
Pembicaraan singkat yg kira-kira hanya berkisar 15 detik itu, cukup membuat jantung keduanya berdegup kencang.
"aku....ada sesuatu yg ingin aku sampaikan..." Kali ini Kwangmin yg memulainya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
TBC ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar